PADANG – Suasana ramai di Asrama Haji Embarkasi Padang, Selasa (28/4/2026), dipenuhi haru dan kebahagiaan para calon jemaah haji yang bersiap menuju Tanah Suci. Di antara ratusan jemaah itu, Ramuni (70), warga Kabupaten Padang Pariaman, tampak tenang menanti giliran pemeriksaan kesehatan.
Bagi Ramuni, keberangkatan tahun ini menjadi momen yang sangat dinanti. Ia harus menunggu selama 13 tahun hingga akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji.
Ramuni tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 5 Embarkasi Padang. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku masih tidak percaya impiannya bisa terwujud.
“Saya tidak menyangka diberi nikmat sebesar ini oleh Allah SWT. Akhirnya kesempatan itu datang juga,” ujarnya haru.
Perjalanan Ramuni menuju Baitullah bukanlah hal mudah. Sehari-hari ia bekerja mengupas kelapa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, ia juga berjualan kerupuk lado demi menambah tabungan haji.
Sedikit demi sedikit hasil usahanya disisihkan sejak 2013 untuk mewujudkan cita-cita berangkat ke Tanah Suci.
Perjuangan Ramuni semakin berat karena ia harus membesarkan anak-anak seorang diri setelah sang suami meninggal dunia 28 tahun lalu.
Sejak saat itu, ia fokus membesarkan anak-anaknya tanpa menikah lagi. Kini, anak-anak yang telah sukses di perantauan ikut membantu melunasi biaya perjalanan ibadah haji agar ibunya bisa berangkat tahun ini.
“Begitu surat panggilan haji datang ke rumah, rasa senang saya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” katanya.
Kisah serupa juga dialami Rahma (72), calon jemaah haji asal Padang Pariaman lainnya. Rahma yang sehari-hari berdagang grosir juga berhasil mengumpulkan tabungan hingga akhirnya dapat berangkat pada musim haji 1447 Hijriah.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan Embarkasi Padang tahun 2026 akan memberangkatkan 5.402 calon jemaah haji.
Jumlah tersebut terdiri dari 3.992 jemaah asal Sumatera Barat dan 1.354 jemaah asal Bengkulu, yang dibagi dalam 14 kelompok terbang melalui Bandara Internasional Minangkabau.
Menurut Rifki, pelayanan terhadap jemaah lanjut usia menjadi fokus utama tahun ini, termasuk penguatan layanan kesehatan dan pendampingan selama proses ibadah.
“Kami ingin seluruh jemaah, terutama lansia, dapat menjalankan ibadah haji dengan baik dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” ujarnya.













