Solok, Sumbarzone.com — Sekitar 1.000 keluarga di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sosial (bansos). Keputusan tersebut diambil secara sukarela karena merasa kondisi ekonomi mereka telah membaik.
Melansir ANTARA, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Desmalia Ramadhanur, mengatakan bahwa pengunduran diri tersebut merupakan inisiatif langsung dari masyarakat.
“Sebanyak 1.000 lebih keluarga yang mengundurkan diri dari penerima bantuan tersebut merupakan atas inisiatif sendiri karena dirasa tidak lagi layak sebagai penerima bansos,” ujarnya di Solok, Jumat (25/4/2026).
Ia menjelaskan, data tersebut diperoleh setelah Dinas Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok melakukan pembaruan dan perapihan data penerima bantuan sosial.
“Beberapa waktu yang lalu, Dinas Sosial bersama BPS Kabupaten Solok telah berhasil merapikan data penerima bansos di Kabupaten Solok dan terdata lebih kurang 1.000 keluarga yang mengundurkan diri sebagai penerima,” katanya.
Menurut Desmalia, capaian tersebut menjadikan Kabupaten Solok sebagai daerah dengan tingkat pengunduran diri penerima bansos tertinggi di tingkat nasional. Fenomena ini juga didorong oleh meningkatnya kesadaran ekonomi masyarakat serta kebijakan pemasangan labelisasi pada rumah keluarga penerima manfaat (KPM).
Pemasangan label tersebut bertujuan untuk meningkatkan transparansi serta memastikan bantuan tepat sasaran. Program ini telah mulai diterapkan, salah satunya di Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung.
Berdasarkan data Dinas Sosial, di Kecamatan Kubung terdapat sekitar 1.700 rumah penerima bansos, sementara di Nagari Kotobaru tercatat 435 rumah yang menjadi sasaran awal pemasangan label.
Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan bahwa kebijakan labelisasi merupakan bentuk keterbukaan pemerintah kepada masyarakat.
“Hal ini menjadi bukti kepada masyarakat untuk kesesuaian sasaran penerima bantuan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar pendataan penerima bansos dilakukan secara tepat agar bantuan dapat difokuskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kita tentu berkeinginan untuk membantu seluruh masyarakat kita, namun dengan keterbatasan kita saat ini maka yang benar-benar masyarakat miskin dan kurang mampu yang menjadi prioritas kita saat ini,” ujarnya.













