
Padang, 20 Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Keolahragaan, Program Studi Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) dengan mengusung program “Model MIRAI Berbasis Engineering dan Aktivitas Olahraga untuk Deteksi Dini dan Pengendalian Risiko Skoliosis.” Kegiatan ini dilaksanakan di SD Pembangunan Laboratorium UNP dan menyasar siswa kelas 4 dan 5. Kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sekolah terhadap pentingnya kesehatan postur tubuh dan pencegahan gangguan tulang belakang, khususnya skoliosis pada anak usia sekolah. Program ini dirancang dengan pendekatan yang mengintegrasikan aspek engineering dan aktivitas olahraga, sehingga upaya deteksi dini dan pengendalian risiko skoliosis dapat dilakukan secara lebih sistematis, edukatif, dan aplikatif.

Tim pengabdian diketuai oleh Rina Mayang Sari, dengan anggota Nevi Faradina, S.T., M.T., Anisa Sholiha Mia, S.Pd., M.Pd., dan Yasmadewi, S.Pd. selaku Kepala SD Pembangunan Laboratorium UNP. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan siswa kelas 4 dan 5 secara aktif melalui rangkaian edukasi, monitoring, praktik aktivitas gerak, serta pelatihan bagi guru. Dalam pelaksanaannya, terdapat empat materi utama yang diberikan kepada peserta. Pertama, edukasi kesehatan postur bagi siswa oleh narasumber Dr. Anggun Permata Sari, S.Si., M.Pd., AIFO, yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga posisi tubuh yang benar dalam berbagai aktivitas sehari-hari, seperti duduk, berdiri, berjalan, belajar, maupun membawa perlengkapan sekolah.
Kedua, dilakukan monitoring postur siswa sebagai bagian dari upaya identifikasi awal terhadap kondisi postur tubuh. Kegiatan ini membantu memberikan gambaran mengenai kondisi postur siswa sekaligus meningkatkan kesadaran siswa untuk lebih memperhatikan kesehatan dan posisi tubuh mereka.
Ketiga, siswa diberikan praktik aktivitas gerak yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang belakang dan mencegah gangguan postur. Melalui kegiatan praktik, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga secara langsung mempraktikkan gerakan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Keempat, tim memberikan pelatihan deteksi dini skoliosis bagi guru. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengenali tanda-tanda awal gangguan postur pada siswa.
Dengan demikian, guru diharapkan dapat berperan sebagai pihak yang membantu melakukan pemantauan awal terhadap kondisi postur siswa di lingkungan sekolah.
Kegiatan PPUB ini terlaksana dengan baik dan maksimal. Para siswa kelas 4 dan 5 mengikuti rangkaian kegiatan secara aktif dan antusias. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai kesehatan dan postur tubuh yang benar. Siswa juga mendapatkan pengalaman langsung melalui proses monitoring postur serta praktik aktivitas gerak yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan tulang belakang.
Selain itu, kegiatan ini berhasil memberikan manfaat bagi pihak sekolah melalui peningkatan keterampilan guru dalam melakukan deteksi dini skoliosis. Guru memperoleh pemahaman dan keterampilan yang dapat digunakan sebagai bagian dari upaya pemantauan kesehatan postur siswa secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Melalui pelaksanaan program ini, tim pengabdian berharap Model MIRAI dapat menjadi salah satu pendekatan yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan postur dan kesehatan tulang belakang anak. Upaya deteksi dini dan pengendalian risiko skoliosis diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan pengabdian, tetapi dapat terus dilanjutkan melalui keterlibatan aktif guru, siswa, dan pihak sekolah.
Program “Model MIRAI Berbasis Engineering dan Aktivitas Olahraga untuk Deteksi Dini dan Pengendalian Risiko Skoliosis” sekaligus menjadi wujud komitmen Universitas Negeri Padang melalui Fakultas Ilmu Keolahragaan dalam menghadirkan program pengabdian yang memberikan dampak nyata, edukatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat sekolah, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat, aktif, dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga postur tubuh sejak dini.










