Rabu, Maret 18, 2026
  • Login
Sumbarzone
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini
No Result
View All Result
Sumbarzone
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Olahraga
  • Kolom & Opini
Home Kolom & Opini

Otopsi Gerakan Gen Z Sumbar: Matinya Idealisme di Meja Transaksi?

Aqmal M. Zuki by Aqmal M. Zuki
17/03/2026
in Politik
A A
0
FacebookTwitter
sumber : dokumentasi panitia
sumber : dokumentasi panitia

PADANG – Sabtu malam (14/3) di Baka Coffee, Padang, suasana tidak sedang baik-baik saja. Diskusi bertajuk “Apa Kabar Gerakan Gen Z Sumbar: Idealisme atau Transaksional?” bukan sekadar ajang kumpul rutin, melainkan sebuah meja otopsi untuk membedah anatomi gerakan mahasiswa Sumatera Barat yang kian hari kian kehilangan taringnya. Pertemuan yang mempertemukan aktivis, jurnalis, hingga elit legislatif ini menyisakan satu pertanyaan fundamental: Apakah mahasiswa hari ini masih menjadi penyambung lidah rakyat, atau sekadar makelar kepentingan?

Hegemoni “Hukum Perut” dan Pelacuran Intelektual

Realitas pahit diungkapkan oleh aktivis HAM, Ridho. Ia menelanjangi fenomena “hukum perut” yang mulai menggeser dominasi “hukum dada dan kepala”. Ketika idealisme digadaikan demi tuntutan ekonomi, maka organisasi hanya menjadi sekadar entry point atau batu loncatan menuju partai politik. Narasi bahwa “idealisme muncul setelah perut terisi” adalah lonceng kematian bagi gerakan moral. Jika mahasiswa sudah mulai berhitung untung-rugi dalam berjuang, maka kita sedang menyaksikan proses pelacuran intelektual secara masif.

Komersialisasi Pendidikan: Pembunuh Laboratorium Pemikiran

Fikri (Korpus BEM Se-Sumbar) memberikan analisis struktural yang menohok. Ia melihat bahwa arah gerakan yang kian pragmatis adalah dampak langsung dari komersialisasi pendidikan. Ketika biaya kuliah melambung tinggi, kampus berhenti menjadi laboratorium pemikiran dan berubah menjadi pabrik tenaga kerja. Mahasiswa dipaksa berpikir transaksional karena sistem pendidikan kita memang didesain untuk itu. Akibatnya, kampus kehilangan ruhnya sebagai kawah candradimuka bagi gagasan-gagasan radikal dan transformatif.

Gerakan Kosong: Minim Riset, Miskin Aksi

Tamparan keras juga datang dari perspektif jurnalis. Rangga menyoroti betapa “dangkalnya” gerakan hari ini. Aksi-aksi jalanan sering kali hanya menjadi parade kebisingan tanpa basis riset yang kuat. Jika mahasiswa bergerak tanpa data, maka mereka sebenarnya sedang melakukan bunuh diri intelektual. Celakanya, istilah “transaksional” pun mulai mengalami pergeseran makna; selama yang ditransaksikan bukan ide dan gagasan, maka gerakan tersebut hanyalah cangkang kosong yang mudah dibeli oleh penguasa.

Polarisasi dan Fragmentasi: Siapa yang Diuntungkan?

Diskusi ini juga membongkar borok internal gerakan yang terfragmentasi ke dalam berbagai “gerbong” kepentingan. Taufikul Hakim (PRIMA DMI) dan Presma Universitas Adzkia mengonfirmasi adanya polarisasi tajam seperti faksi dalam BEM SI yang sering kali berujung pada saling tuding dan pelemahan solidaritas. Ketika mahasiswa sibuk bertikai antar faksi, siapa yang diuntungkan? Tentu saja status quo yang tertawa melihat kekuatan penyeimbang hancur dari dalam.

Kembali ke Garis Rakyat

Akhiz (PHP Unand) memberikan pengingat yang krusial: Keberpihakan. Mahasiswa seharusnya tidak menunggu haknya dirampas baru bergerak. Sejati-jatinya aktivis adalah mereka yang berdiri paling depan ketika hak rakyat jelata diinjak-injak.

Diskusi di Baka Coffee harus menjadi titik balik. Benar kata Hafiz sebagai moderator: solidaritas hanya bisa dibangun di atas keterbukaan. Namun, keterbukaan saja tidak cukup. Kita butuh keberanian untuk membuang ego sektoral, menghancurkan meja-meja transaksi gelap, dan kembali ke jalan riset serta pengabdian yang nyata.

Jika Gen Z Sumatera Barat masih ingin dianggap sebagai pewaris sah semangat perjuangan para pendahulu, maka pilihannya hanya satu: Kembali ke idealisme yang berakar pada data, atau hanyut dan tenggelam dalam sejarah sebagai generasi transaksional yang paling menyedihkan.

 

Penulis : Aqmal Marzuki (Direktur Diklat dan Pengabdian LKMI HMI Cabang Padang)

Tags: gerakanMahasiswapemuda
ShareTweet
Previous Post

Kolaborasi Strategis LKMI, Wujudkan Kebermanfaatan Konkret

Aqmal M. Zuki

Aqmal M. Zuki

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Poster Diskusi Kader : Talkshow Nasional

Gizi, Kuasa, dan Daulat Daerah: Menguji Nalar Kebijakan Makan Bergizi Gratis

30 Januari 2026
DPRD Kota Pariaman bersama Forkopimda dan pimpinan OPD mengikuti rapat paripurna penetapan Perda APBD-P TA 2025. (Dok: Pemko Pariaman)

DPRD dan Pemko Pariaman Tetapkan Perda APBD-P TA 2025

20 Agustus 2025
Sumber: Instagram @eriksonjkambari

Kreativitas dalam Seni Tradisional Minangkabau

4 Mei 2025
Rangkayo Rajo Sampono, Pucuk Adat Nagari Katapiang saat memberi sambutan pada acara Pekan Budaya Nagari Katapiang Baghalek Gadang

Pemekaran Padang Pariaman Selatan Kian Dekat, Panitia Tunggu SK untuk Deklarasi

21 Agustus 2025
Bakso Lava Viral

Bakso Lava Viral di Kota Padang yang Mengguncang Lidah: Teras Kelapa

Air Terjun Nyarai

Keindahan Air Terjun Nyarai Gamaran: Surga Tersembunyi di Sumatera Barat

Danau Talang

Danau Talang: Destinasi Wisata Alam Indah di Sumatera Barat

Di bawah langit jingga, Istano Basa Pagaruyung bercerita tentang sejarah, kemegahan, dan keabadian budaya. (Foto: @rudyci2016)

Fakta Sejarah Istano Basa Pagaruyung

Otopsi Gerakan Gen Z Sumbar: Matinya Idealisme di Meja Transaksi?

17 Maret 2026

Kolaborasi Strategis LKMI, Wujudkan Kebermanfaatan Konkret

17 Maret 2026

Catatan Demokrasi Kampus: Lampu Merah KM UNP

9 Maret 2026
UPZ Perumda Air Minum Kota Padang dan IZI Sumatera Barat Salurkan Paket Ramadhan untuk Mustahik (Foto: IZI SUMBAR)

UPZ Perumda Air Minum Kota Padang dan IZI Sumatera Barat Salurkan Paket Ramadhan untuk Mustahik

4 Maret 2026

Berita Terkait

Otopsi Gerakan Gen Z Sumbar: Matinya Idealisme di Meja Transaksi?

17 Maret 2026

Kolaborasi Strategis LKMI, Wujudkan Kebermanfaatan Konkret

17 Maret 2026

Catatan Demokrasi Kampus: Lampu Merah KM UNP

9 Maret 2026
UPZ Perumda Air Minum Kota Padang dan IZI Sumatera Barat Salurkan Paket Ramadhan untuk Mustahik (Foto: IZI SUMBAR)

UPZ Perumda Air Minum Kota Padang dan IZI Sumatera Barat Salurkan Paket Ramadhan untuk Mustahik

4 Maret 2026
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Hubungi Kami: +62 877-3827-4008

© 2025 Sakomedia.ID - PT. Sako Media Digital

No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini

© 2025 Sakomedia.ID - PT. Sako Media Digital

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In