Jakarta – Posisi simpanan pemerintah di perbankan melonjak sepanjang paruh pertama 2025. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut total simpanan pemerintah di bank komersial dan Bank Indonesia (BI) mencapai Rp 1.026,2 triliun pada Mei 2025, menjadi level tertinggi sejak awal tahun.
Hal itu diungkap Purbaya dalam acara diskusi ekonomi bertajuk “Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang digelar Kamis (16/10/2025).
“Simpanan pemerintah di perbankan terus meningkat hingga menembus lebih dari Rp 1.026 triliun di bulan Mei,” ujar Purbaya.
Kenaikan itu didorong oleh lonjakan simpanan pemerintah pusat di BI yang meningkat signifikan dari Rp 635,2 triliun pada April menjadi Rp 648,4 triliun pada Mei 2025.
Sementara itu, simpanan pemerintah di bank komersial juga ikut naik dari Rp 553,4 triliun pada April menjadi Rp 594,8 triliun di Mei 2025.
Jika dirinci, simpanan pemerintah pusat di bank komersial naik menjadi Rp 377,9 triliun, sementara pemerintah daerah menyimpan Rp 217 triliun, terdiri atas Rp 61 triliun dari pemerintah provinsi dan Rp 156 triliun dari pemerintah kabupaten/kota.
Namun, setelah mencapai puncaknya pada Mei, tren simpanan pemerintah mulai menurun. Total simpanan turun menjadi Rp 822,7 triliun di Juni 2025, lalu sedikit meningkat ke Rp 849,6 triliun pada Agustus 2025.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya juga sempat mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan melambat pada kuartal III-2025, seiring dengan penyesuaian fiskal dan efisiensi penyerapan anggaran.
“Saya hanya menjaga uang negara. Tugas saya memastikan dana rakyat digunakan dengan aman dan tepat,” kata Purbaya menegaskan.
Kementerian Keuangan memastikan dana tersebut akan disalurkan secara bertahap untuk mendukung belanja kementerian, proyek strategis, serta transfer ke daerah.


















