Sabtu, Januari 31, 2026
  • Login
Sumbarzone
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini
No Result
View All Result
Sumbarzone
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Olahraga
  • Kolom & Opini
Home Sosial Budaya

Salaju Sampan: Budaya yang Lama Hilang di Kampung Apar

Redaksi by Redaksi
15/12/2024
in Sosial Budaya
A A
0
FacebookTwitter

Sumbar – Salaju sampan adalah olahraga wisata anak nagari yang biasanya selalu diadakan setiap perhelatan akbar di Nagari. Perlombaan ini memanfaatkan sampan atau perahu yang didayung mengikuti arus sungai dimana setiap perahu didayung oleh puluhan hingga belasan pemuda.

Festival Salaju Sampan ini sekilas mirip dengan Pacu Jalur dari Taluk Kuantan. Namun terdapat perbedaan keduanya, jika Pacu Jalur perahu yang dipakai lebih panjang sedangkan Salaju Sampan menggunakan perahu yang lebih kecil atau pendek.

Kampung Apar adalah salah satu desa atau korong di Nagari Sungai Buluh Utara, Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Salah satu daerah yang berada tidak jauh dari Ibukota Sumatera Barat, Kota Padang, sekitar 30km saja jaraknya dengan kota ini. Kampung Apar disekitar tahun 2000-an selalu aktif mengadakan Festival Salaju Sampan. Setiap tahun pada hari-hari besar dan libur nasional, anak nagari Kampung Apar akan mengadakan lomba. Hal ini tidak lepas dari dukungan pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Namun, hari ini sudah sejak sepuluh tahun kebelakang tidak pernah lagi diadakan festival ini. Festival Salaju Sampan yang menjadi kebanggaan dan budaya anak nagari telah lama hilang dari rutinitas kegiatan yang diadakan oleh masyarakat. Acara ini seolah sudah lekang dimakan zaman, karena tidak ada lagi yang melestatikan budaya ini.

Sebagai masyarakat nagari tentu kita harus mendorong agar budaya-budaya yang telah lama tenggelam untuk dapat dilestarikan kembali. Agar anak cucu kelak tahu dan bangga dengan budaya yang ada di daerah tempat tinggalnya. Untuk mengenal tentang Festival Salaju Sampan ini mari kita bahas bagaimana sejarah Salaju Sampan di Korong Kampung Apar, Nagari Sungai Buluah Utara.

Sejarah Salaju Sampan

Tradisi ini berasal dari kebiasaan masyarakat setempat yang menggunakan sampan sebagai alat transportasi sehari-hari, mengingat sungai merupakan bagian integral dari kehidupan mereka. Seiring waktu, kegiatan menggunakan sampan ini berkembang menjadi perlombaan yang digelar pada acara-acara tertentu, seperti perayaan hari besar atau acara adat.

Meskipun sejarahnya tidak terdokumentasi secara formal, Salaju Sampan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Nagari Sungai Buluah Utara selama puluhan tahun. Tradisi ini awalnya sederhana, namun seiring berkembangnya waktu, semakin banyak peserta dan penonton yang terlibat, menjadikannya acara yang dinantikan setiap tahunnya.

Keunikan dan Daya Tarik

Salaju Sampan bukan sekadar perlombaan dayung. Kegiatan ini menampilkan keahlian peserta dalam mengendalikan sampan di arus sungai, dengan semangat persaingan yang sehat. Sampan yang digunakan pun merupakan perahu tradisional buatan masyarakat setempat, yang desainnya tetap mempertahankan kearifan lokal.

Selain itu, acara ini selalu diiringi dengan suasana penuh semangat dari penonton yang datang dari berbagai wilayah. Hal ini menciptakan suasana meriah yang tak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Tradisi ini juga menawarkan pemandangan alam yang memukau. Aliran sungai yang jernih dan dikelilingi oleh pepohonan hijau menciptakan pengalaman visual yang menenangkan. Suasana pedesaan yang tenang dan asri membuat siapa saja yang menyaksikan perlombaan ini merasa dekat dengan alam. Kehidupan masyarakat setempat yang ramah dan hangat menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang datang untuk menikmati tradisi ini.

Potensi Wisata Salaju Sampan

Salaju Sampan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya. Lokasinya yang mudah dijangkau dari Kota Padang dan Bandara Internasional Minangkabau menjadikannya destinasi yang strategis. Tradisi ini dapat menarik perhatian wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Minangkabau sekaligus menikmati keindahan alamnya.

Selain itu, Salaju Sampan dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat setempat, misalnya melalui penjualan kuliner khas, kerajinan tangan, atau penyediaan jasa penginapan. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan ini bahkan berpotensi menjadi festival tahunan yang lebih besar, lengkap dengan bazar makanan tradisional, pameran seni, dan pertunjukan budaya Minangkabau lainnya.

Salaju Sampan di Korong Kampung Apar, Nagari Sungai Buluah Utara, adalah tradisi yang memiliki nilai budaya tinggi sekaligus potensi wisata yang menjanjikan. Dengan keindahan alam dan kearifan lokal yang ditawarkan, kegiatan ini berpeluang menjadi ikon budaya dan wisata unggulan di Sumatera Barat.

Pengelolaan yang tepat dan dukungan yang konsisten akan menjadikan Salaju Sampan bukan hanya sekadar tradisi lokal, tetapi juga daya tarik yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau ke tingkat nasional bahkan internasional.

ShareTweet
Previous Post

6 Pantai di Kota Padang dengan Pesona Paling Menggoda

Next Post

Alahan Panjang: Keindahan “Negeri Dingin Tanpa Salju”

Redaksi

Redaksi

Next Post
Danau Diateh, Alahan Panjang (Foto: Istimewa)

Alahan Panjang: Keindahan "Negeri Dingin Tanpa Salju"

Keindahan Pantai Tiku

Pesona Pantai Tiku di Agam, Sumatera Barat

Kediaman Sultan Ahmad Nazaruddin di Dusun Tengah (sekarang di desa Rambutan Masam, Batanghari), sekitar tahun 1877-1879 (Sumber: Wikipedia)

Kesultanan Jambi berasal dari Kerajaan Minangkabau

Sumber: Instagram @eriksonjkambari

Kreativitas dalam Seni Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang (Karya Fauzan/Pixabay)

Inilah Filosofi Mengapa Orang Minang Merantau?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
DPRD Kota Pariaman bersama Forkopimda dan pimpinan OPD mengikuti rapat paripurna penetapan Perda APBD-P TA 2025. (Dok: Pemko Pariaman)

DPRD dan Pemko Pariaman Tetapkan Perda APBD-P TA 2025

20 Agustus 2025
Sumber: Instagram @eriksonjkambari

Kreativitas dalam Seni Tradisional Minangkabau

4 Mei 2025
Rangkayo Rajo Sampono, Pucuk Adat Nagari Katapiang saat memberi sambutan pada acara Pekan Budaya Nagari Katapiang Baghalek Gadang

Pemekaran Padang Pariaman Selatan Kian Dekat, Panitia Tunggu SK untuk Deklarasi

21 Agustus 2025
Kegiatan Psychological First Aid, Gerakan Pendampingan Psikososial Kolaborasi Antar Komunitas (Foto: Muhammad N. Chaniago/Sumbar Zone)

Kolaborasi Komunitas Hadirkan Ruang Aman Psikososial untuk Anak Penyintas Bencana di Padang

14 Desember 2025
Bakso Lava Viral

Bakso Lava Viral di Kota Padang yang Mengguncang Lidah: Teras Kelapa

Air Terjun Nyarai

Keindahan Air Terjun Nyarai Gamaran: Surga Tersembunyi di Sumatera Barat

Danau Talang

Danau Talang: Destinasi Wisata Alam Indah di Sumatera Barat

Di bawah langit jingga, Istano Basa Pagaruyung bercerita tentang sejarah, kemegahan, dan keabadian budaya. (Foto: @rudyci2016)

Fakta Sejarah Istano Basa Pagaruyung

Gizi, Kuasa, dan Daulat Daerah: Menguji Nalar Kebijakan Makan Bergizi Gratis

30 Januari 2026
Batang Anai FC kontra PSPP dalam laga Liga 4 Sumbar 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Kamis (22/1/2026). (Foto: Istimewa)

Batang Anai FC Takluk 0-5 dari PSPP di Laga Perdana Liga 4 Sumbar

23 Januari 2026
Tim Basarnas saat mengangkut jenazah nelayan bernama Dedy Fernando asal Nagari Sunua Barat, yang ditemukan Rabu sore (21/1). (Dok Basarnas)

Nelayan Sunur Barat Ditemukan Meninggal di Muaro Sunua, Operasi SAR Dihentikan

23 Januari 2026

Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, Enam Beroperasi di Sumatera Barat

21 Januari 2026

Berita Terkait

Gizi, Kuasa, dan Daulat Daerah: Menguji Nalar Kebijakan Makan Bergizi Gratis

30 Januari 2026
Batang Anai FC kontra PSPP dalam laga Liga 4 Sumbar 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Kamis (22/1/2026). (Foto: Istimewa)

Batang Anai FC Takluk 0-5 dari PSPP di Laga Perdana Liga 4 Sumbar

23 Januari 2026
Tim Basarnas saat mengangkut jenazah nelayan bernama Dedy Fernando asal Nagari Sunua Barat, yang ditemukan Rabu sore (21/1). (Dok Basarnas)

Nelayan Sunur Barat Ditemukan Meninggal di Muaro Sunua, Operasi SAR Dihentikan

23 Januari 2026

Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, Enam Beroperasi di Sumatera Barat

21 Januari 2026
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Hubungi Kami: +62 877-3827-4008

© 2025 Sakomedia.ID - PT. Sako Media Digital

No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini

© 2025 Sakomedia.ID - PT. Sako Media Digital

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In