SOLOK, SUMBARZONE.COM – Seorang remaja perempuan berinisial ZMP (15) mengalami luka serius pada tangan kanannya setelah tersangkut mesin peras kelapa di Jorong Simpang Kayu Samuk, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Minggu (18/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat korban membantu orang tuanya memeras kelapa menggunakan mesin. Tanpa disadari, tangan kanan korban tersangkut hingga tergiling mesin peras kelapa.
Kepala Operasi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Solok, Zulhelmi Bosy, menjelaskan bahwa kondisi korban cukup parah akibat kejadian tersebut.
“Tangan kanan ZMP tersangkut dan tergiling mesin, sehingga lukanya sangat serius,” ujar Zulhelmi.
Zulhelmi menyebutkan, laporan kejadian diterima petugas Damkar dari warga sekitar pada pukul 12.35 WIB. Setelah menerima laporan, tim Damkar langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan satu unit kendaraan dari Pos Damkar Koto Baru dan tiba di lokasi sekitar pukul 12.38 WIB.
Korban mengalami cedera berat pada tangan kanan dan berisiko kehilangan banyak darah apabila tidak segera ditangani. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena korban terus merasakan nyeri hebat.
“Penanganan dan evakuasi berlangsung hingga pukul 15.30 WIB. Kami harus sangat berhati-hati karena kondisinya berbahaya apabila terlambat ditangani,” jelas Zulhelmi.
Dalam proses penyelamatan, petugas Damkar terpaksa membongkar sebagian mesin peras kelapa di lokasi kejadian. Bagian atas mesin tempat tangan korban tersangkut kemudian dibawa bersama korban ke rumah sakit untuk memudahkan penanganan medis.
“Bagian atas mesin kami bawa ke rumah sakit karena korban terus merasakan sakit dan tidak memungkinkan dibuka sepenuhnya di lokasi,” tambahnya.
Sebanyak delapan personel Damkar Kabupaten Solok dari Regu 1 dikerahkan dalam proses evakuasi tersebut. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Natsir Kota Solok untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Zulhelmi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam menggunakan mesin, terutama peralatan yang berisiko tinggi, serta tidak melibatkan anak di bawah umur dalam pengoperasiannya.
“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan mesin dan tidak melibatkan anak di bawah umur, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.
















