Sabtu, April 4, 2026
  • Login
Sumbarzone
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini
No Result
View All Result
Sumbarzone
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Olahraga
  • Kolom & Opini
Home Sosial Budaya

Rajo Alam Pertama di Rantau Tiku Pariaman

Redaksi by Redaksi
16/02/2026
in Sosial Budaya
A A
0
FacebookTwitter

SUMBARZONE.COM — Dalam adat Minangkabau, wilayah Tiku Pariaman bukan sekadar daerah pesisir biasa. Ia menyandang gelar terhormat sebagai Rantau Rajo Alam. Namun, tahukah Anda siapa sosok “Rajo Alam” pertama yang menanamkan kekuasaannya di sana jauh sebelum era Pagaruyung modern?

Banyak catatan kontemporer yang hanya memulai sejarah Tiku Pariaman pasca-kekuasaan Aceh atau era Sultan Ahmadsyah (1680 M). Padahal, jika kita menggali lebih dalam ke narasi Tambo, sosok yang pertama kali menetapkan wilayah ini sebagai Rantau adalah sang maestro adat sendiri: Datuak Katumanggungan.

Fakta Menarik di Balik Sejarah Tiku Pariaman:

Pionir di Pesisir: Jauh sebelum wilayah ini bernama Tiku Pariaman, Datuak Katumanggungan telah menginjakkan kaki saat daerah tersebut masih bernama Sungai Solok dan Batang Teranjur. Beliau menetap, menikah dengan Puti Samputi, dan memiliki putra bernama Katik Intan yang kemudian menjadi Raja di sana.

Kaitan dengan Anggun Nan Tongga: Tokoh legendaris Anggun Nan Tongga Magek Jabang ternyata adalah cucu dari Datuak Katumanggungan. Inilah sebabnya Pariaman memegang peranan penting dalam menjaga “Barang Pusaka Adat dan Limbago”.

Jalur Migrasi dari Darek: Sejarah mencatat arus migrasi besar dari Luhak Agam melalui Malalak (yang disebut sebagai Janjang atau tangga IV Koto) menuju pesisir. Rombongan Niniak Datuak Tumangguang Putiah (cicit Datuak Katumanggungan) adalah salah satu penggerak utama pembukaan nagari-nagari di wilayah ini.

Status Istimewa: Berbeda dengan rantau lainnya, Tiku Pariaman adalah wilayah pertama yang menggabungkan diri ke dalam Alam Minangkabau setelah Luhak Nan Tigo. Hal ini terjadi saat Datuak Katumanggungan masih berdaulat di Kerajaan Bungo Setangkai.

Sejarah ini mengingatkan kita bahwa Tiku Pariaman memiliki kedudukan “tua” dan strategis. Ia bukan sekadar wilayah taklukan, melainkan bagian inti dari perluasan kedaulatan adat Minangkabau sejak masa awal. Nama “Rantau Rajo Alam” adalah penghormatan abadi bagi jejak langkah Datuak Katumanggungan di pesisir barat.

Sumber: Mozaik Minang – “Rajo Alam Pertama di Rantau Tiku Pariaman”

#TikuPariaman #RajoAlam #DatuakKatumanggungan #SejarahMinangkabau #TamboMinang #PesisirBarat #Pariaman #AnggunNanTongga #Pagaruyung #BudayaMinang

ShareTweet
Previous Post

Ekonomi Sumbar 2025 Tumbuh 3,37 Persen, Melambat Dibanding Tahun Sebelumnya

Next Post

UPZ Perumda Air Minum Kota Padang dan IZI Sumatera Barat Salurkan Paket Ramadhan untuk Mustahik

Redaksi

Redaksi

Next Post
UPZ Perumda Air Minum Kota Padang dan IZI Sumatera Barat Salurkan Paket Ramadhan untuk Mustahik (Foto: IZI SUMBAR)

UPZ Perumda Air Minum Kota Padang dan IZI Sumatera Barat Salurkan Paket Ramadhan untuk Mustahik

Catatan Demokrasi Kampus: Lampu Merah KM UNP

Kolaborasi Strategis LKMI, Wujudkan Kebermanfaatan Konkret

Otopsi Gerakan Gen Z Sumbar: Matinya Idealisme di Meja Transaksi?

Matinya Demokrasi di BEM FIS UNP dan Hilangnya Independensi BPM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Poster Diskusi Kader : Talkshow Nasional

Gizi, Kuasa, dan Daulat Daerah: Menguji Nalar Kebijakan Makan Bergizi Gratis

30 Januari 2026
DPRD Kota Pariaman bersama Forkopimda dan pimpinan OPD mengikuti rapat paripurna penetapan Perda APBD-P TA 2025. (Dok: Pemko Pariaman)

DPRD dan Pemko Pariaman Tetapkan Perda APBD-P TA 2025

20 Agustus 2025
Sumber: Instagram @eriksonjkambari

Kreativitas dalam Seni Tradisional Minangkabau

4 Mei 2025
Rangkayo Rajo Sampono, Pucuk Adat Nagari Katapiang saat memberi sambutan pada acara Pekan Budaya Nagari Katapiang Baghalek Gadang

Pemekaran Padang Pariaman Selatan Kian Dekat, Panitia Tunggu SK untuk Deklarasi

21 Agustus 2025
Bakso Lava Viral

Bakso Lava Viral di Kota Padang yang Mengguncang Lidah: Teras Kelapa

Air Terjun Nyarai

Keindahan Air Terjun Nyarai Gamaran: Surga Tersembunyi di Sumatera Barat

Danau Talang

Danau Talang: Destinasi Wisata Alam Indah di Sumatera Barat

Di bawah langit jingga, Istano Basa Pagaruyung bercerita tentang sejarah, kemegahan, dan keabadian budaya. (Foto: @rudyci2016)

Fakta Sejarah Istano Basa Pagaruyung

Matinya Demokrasi di BEM FIS UNP dan Hilangnya Independensi BPM

1 April 2026

Otopsi Gerakan Gen Z Sumbar: Matinya Idealisme di Meja Transaksi?

17 Maret 2026

Kolaborasi Strategis LKMI, Wujudkan Kebermanfaatan Konkret

17 Maret 2026

Catatan Demokrasi Kampus: Lampu Merah KM UNP

9 Maret 2026

Berita Terkait

Matinya Demokrasi di BEM FIS UNP dan Hilangnya Independensi BPM

1 April 2026

Otopsi Gerakan Gen Z Sumbar: Matinya Idealisme di Meja Transaksi?

17 Maret 2026

Kolaborasi Strategis LKMI, Wujudkan Kebermanfaatan Konkret

17 Maret 2026

Catatan Demokrasi Kampus: Lampu Merah KM UNP

9 Maret 2026
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Hubungi Kami: +62 877-3827-4008

© 2025 Sakomedia.ID - PT. Sako Media Digital

No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini

© 2025 Sakomedia.ID - PT. Sako Media Digital

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In