JAKARTA, SUMBARZONE.COM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa proses pembelajaran di Provinsi Sumatera Barat telah kembali berjalan 100 persen pascabencana yang melanda sejumlah wilayah Sumatera. Meski demikian, ia mengakui kondisi pembelajaran tersebut masih belum sepenuhnya ideal.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (21/1/2026).
“Untuk Sumatera Barat dan Sumatera Utara, seluruh kegiatan pembelajaran sudah berjalan 100 persen. Namun, memang pelaksanaannya masih dalam tahap pemulihan dan belum ideal,” ujarnya.
Menurut Mendikdasmen, pascabencana sejumlah sekolah di Sumatera Barat menerapkan berbagai skema pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Di antaranya dengan menumpang di sekolah lain, menerapkan sistem belajar bergiliran (shift), hingga menggunakan tenda darurat.
“Ada sekolah yang belajar pagi dan sore, ada juga yang masih menggunakan fasilitas sementara. Tapi yang penting, proses belajar sudah dimulai kembali,” jelasnya.
Sementara itu, untuk Provinsi Aceh, Abdul Mu’ti menyebut progres pembelajaran baru mencapai 95 persen. Kendala utama terdapat di Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan sekolah cukup parah akibat bencana.
“Sekolah-sekolah di Aceh Tamiang mengalami kerusakan berat. Untuk itu, kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) guna mempercepat proses penanganan dan pembangunan kembali,” katanya.
Pemerintah pusat, lanjut Abdul Mu’ti, akan terus mendorong percepatan pemulihan sektor pendidikan melalui kerja sama lintas kementerian agar seluruh siswa di daerah terdampak dapat kembali belajar secara normal.(*)














