Sabtu, Januari 31, 2026
  • Login
Sumbarzone
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini
No Result
View All Result
Sumbarzone
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Olahraga
  • Kolom & Opini
Home Kolom & Opini

Media dan Teknologi dalam Pendidikan Menengah Provinsi Sumatera Barat: Menjaga Esensi Humanistik di Tengah Transformasi Digital

Asy Syaukani (Mahasiswa Program Studi Pascasarjana Studi Humanitas, Institut Seni Indonesia Padangpanjang)

Redaksi by Redaksi
13/12/2025
in Kolom & Opini
A A
0
Asy Syaukani

Asy Syaukani

FacebookTwitter

DI PROVINSI SUMATERA BARAT, pendidikan menengah telah memasuki fase transformasi yang pesat seiring kemajuan teknologi digital. Dengan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 mencapai 49,70—di atas rata-rata nasional 44,53—provinsi ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam infrastruktur dan literasi digital. Namun, di balik peluang ini, muncul tantangan mendasar: bagaimana memastikan bahwa integrasi media dan teknologi tidak mengikis nilai-nilai humanistik dan kemanusiaan dalam pendidikan? Tinjauan ini mengeksplorasi isu tersebut melalui lensa teori-teori pendidikan humanistik, dengan fokus pada kondisi aktual di sekolah menengah atas (SMA) dan kejuruan (SMK) di Provinsi Sumatera Barat.

Prinsip Utama Pendidikan Humanis

Pendidikan humanis berakar pada teori-teori psikologi dan filsafat yang menekankan potensi intrinsik manusia. Abraham Maslow, melalui hierarki kebutuhannya, menyatakan bahwa pembelajaran optimal memerlukan pemenuhan kebutuhan dasar (fisiologis dan keamanan) sebelum mencapai aktualisasi diri, di mana siswa bebas mengeksplorasi minat pribadi. Carl Rogers melengkapi ini dengan pendekatan berpusat pada siswa, yang menuntut empati, penerimaan tanpa syarat, dan kongruensi dari pendidik, sehingga siswa merasa dihargai sebagai individu unik. John Dewey, dalam Democracy and Education (1916), menambahkan dimensi sosial, memandang pendidikan sebagai proses demokratis yang membangun komunitas melalui dialog inklusif.

Prinsip-prinsip ini diterapkan secara global melalui empat pilar UNESCO: learning to know (pengetahuan), learning to do (keterampilan), learning to live together (koeksistensi), dan learning to be (aktualisasi diri). Pendidikan Kewarganegaraan Global (Global Citizenship Education/GCED), misalnya, mempromosikan nilai-nilai seperti solidaritas dan keadilan sosial, yang menjadi bidang strategis UNESCO sejak 2014.

Konteks di Indonesia dan Kontribusi Global

Di Indonesia, pendidikan humanis selaras dengan warisan Ki Hadjar Dewantara, yang menekankan pembebasan batin melalui semboyan “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.” Pada Sidang Umum UNESCO ke-4 (November 2025), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan peran Indonesia dalam solusi global, dengan fokus pada manusia sebagai pusat transformasi, bukan kekuasaan ekonomi. Inisiatif nasional seperti Gerakan Literasi Digital mengadopsi prinsip GCED, mengintegrasikan nilai humanis ke dalam kurikulum digital untuk mengatasi ketidaksetaraan akses.

Secara keseluruhan, pendidikan humanis global pada 2025 bukan hanya teori, melainkan kerangka praktis untuk membangun masyarakat yang adil dan berkelanjutan. Dengan menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai kemanusiaan, pendekatan ini memastikan bahwa pendidikan tidak hanya membentuk pemikir, tetapi juga pemelihara hati nurani kolektif.

Fondasi Teori Humanistik: Pendidikan sebagai Proses Kemanusiaan

Teori humanistik dalam pendidikan, yang dipelopori oleh Carl Rogers dan Abraham Maslow, menekankan pengembangan individu secara holistik. Rogers, melalui konsep “pendidikan berpusat pada siswa” (person-centered education), mendorong lingkungan belajar yang penuh empati, kongruensi, dan penerimaan tanpa syarat, di mana guru berperan sebagai fasilitator daripada pemberi pengetahuan unilateral. Sementara itu, hierarki kebutuhan Maslow menyoroti bahwa aktualisasi diri hanya tercapai setelah kebutuhan dasar seperti rasa aman dan penghargaan terpenuhi, menjadikan pendidikan sebagai sarana membangun kemanusiaan yang autentik.

Dalam konteks digital, teori-teori ini menjadi relevan karena teknologi dapat memperkaya proses humanistik—misalnya, melalui personalisasi pembelajaran yang menyesuaikan dengan kebutuhan emosional siswa. Namun, tanpa pengawasan, media digital berisiko menciptakan “dehumanisasi” ala Paulo Freire, di mana pendidikan berubah menjadi “model banking” pasif, di mana siswa hanya menerima informasi tanpa dialog kritis. Di Provinsi Sumatera Barat, di mana kesenjangan akses internet masih menjadi hambatan di daerah pedesaan seperti di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Pasaman dan beberapa daerah Pedalaman di kabupaten lainnya, penerapan ini harus disesuaikan untuk menjaga esensi kemanusiaan.

Integrasi Teknologi di Pendidikan Menengah: Peluang dan Tantangan Lokal

Pada tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mendorong digitalisasi melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, yang mencakup penyediaan Papan Interaktif Pintar (Interactive Flat Panel/IFP) untuk 288.000 sekolah nasional, termasuk SMA dan SMK di Sumatera Barat. Di Padang, misalnya, sosialisasi IFP di SMAN 10 telah diimplementasikan untuk menciptakan kelas interaktif, sementara platform Ruang Murid menyediakan konten digital seperti video, buku elektronik, dan laboratorium maya yang mendukung mata pelajaran informatika wajib bagi siswa kelas 7-12. Program ini selaras dengan teori Rogers, karena IFP memungkinkan siswa berpartisipasi aktif melalui kolaborasi virtual, memupuk empati antarpeserta didik.

Lebih lanjut, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat menggelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2025 yang diikuti 195 siswa SMK dari 19 kabupaten/kota, dengan 31 cabang lomba berfokus pada teknologi informasi seperti keamanan siber, komputasi awan, dan pemasaran digital. Di Kabupaten Sijunjung, integrasi perangkat lunak dan metodologi inovatif telah mereformasi pembelajaran, meskipun kesenjangan digital di daerah terpencil tetap menjadi isu utama. Pelatihan koding dan kecerdasan buatan (AI) di Kabupaten Pesisir Selatan, yang melibatkan guru SMA/SMK, juga menekankan literasi digital etis—sejalan dengan prinsip Maslow untuk membangun rasa aman dalam penggunaan teknologi.

Meski demikian, tantangan humanistik tetap ada. Survei Kesiapan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2025 oleh Pemprov Sumatera Barat mengungkap bahwa pilar pemberdayaan digital masih lemah (skor 42,32), di mana siswa di wilayah pedalaman kurang terlibat dalam pengambilan keputusan pembelajaran digital. Hal ini berpotensi mengurangi interaksi tatap muka yang esensial untuk membangun empati, sebagaimana ditegaskan Rogers. Selain itu, problematika digitalisasi remaja di Sumbar menyoroti risiko isolasi sosial akibat ketergantungan gadget, yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan Freire tentang dialog komunal.

Menuju Keseimbangan: Rekomendasi untuk Pendidikan Humanis-Digital

Untuk mengintegrasikan media dan teknologi tanpa mengorbankan humanitas, pendidikan menengah di Provinsi Sumatera Barat perlu mengadopsi pendekatan hybrid. Pertama, terapkan kurikulum yang menggabungkan informatika dengan modul etika digital, seperti yang sedang dikembangkan melalui pelatihan Data Science untuk guru SMA/SMK. Kedua, libatkan komunitas lokal dalam desain platform, memastikan akses inklusif di daerah seperti Kabupaten Solok melalui lokakarya literasi digital. Ketiga, evaluasi dampak secara berkala untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi teknologi dan pengembangan emosional siswa, sesuai hierarki Maslow.

Pada akhirnya, transformasi digital di pendidikan menengah Sumatera Barat bukanlah akhir dari kemanusiaan, melainkan alat untuk memperkuatnya. Dengan landasan teori humanistik, provinsi ini dapat membentuk generasi yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga kaya empati dan nilai-nilai luhur. Upaya kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat akan menjadi kunci mewujudkan visi tersebut di tahun-tahun mendatang. (*)

 

ShareTweet
Previous Post

Gubernur Sumbar Batalkan Resepsi Tiga Putranya, Dana Konsumsi Dialihkan untuk Korban Banjir di Padang

Next Post

Perkembangan Instagram dalam Perspektif Politik-Ekonomi Media

Redaksi

Redaksi

Next Post
Afdal Putra

Perkembangan Instagram dalam Perspektif Politik-Ekonomi Media

Ricky Hardianto

Kesenian Tradisional Rabab Minangkabau Merambah Ke Media Digital

Bupati Padang Pariaman

Pemerintah Pusat–Daerah Bersama TNI–Polri Mulai Pembangunan Huntara di Kayu Tanam

Kegiatan Psychological First Aid, Gerakan Pendampingan Psikososial Kolaborasi Antar Komunitas (Foto: Muhammad N. Chaniago/Sumbar Zone)

Kolaborasi Komunitas Hadirkan Ruang Aman Psikososial untuk Anak Penyintas Bencana di Padang

Dokumentasi tim relawan HMI Komisariat IPMIPA UNP

HMI Komisariat IPMIPA UNP dan IZI Sumbar Salurkan Bantuan Ke Tanjung Sani Maninjau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
DPRD Kota Pariaman bersama Forkopimda dan pimpinan OPD mengikuti rapat paripurna penetapan Perda APBD-P TA 2025. (Dok: Pemko Pariaman)

DPRD dan Pemko Pariaman Tetapkan Perda APBD-P TA 2025

20 Agustus 2025
Sumber: Instagram @eriksonjkambari

Kreativitas dalam Seni Tradisional Minangkabau

4 Mei 2025
Rangkayo Rajo Sampono, Pucuk Adat Nagari Katapiang saat memberi sambutan pada acara Pekan Budaya Nagari Katapiang Baghalek Gadang

Pemekaran Padang Pariaman Selatan Kian Dekat, Panitia Tunggu SK untuk Deklarasi

21 Agustus 2025
Kegiatan Psychological First Aid, Gerakan Pendampingan Psikososial Kolaborasi Antar Komunitas (Foto: Muhammad N. Chaniago/Sumbar Zone)

Kolaborasi Komunitas Hadirkan Ruang Aman Psikososial untuk Anak Penyintas Bencana di Padang

14 Desember 2025
Bakso Lava Viral

Bakso Lava Viral di Kota Padang yang Mengguncang Lidah: Teras Kelapa

Air Terjun Nyarai

Keindahan Air Terjun Nyarai Gamaran: Surga Tersembunyi di Sumatera Barat

Danau Talang

Danau Talang: Destinasi Wisata Alam Indah di Sumatera Barat

Di bawah langit jingga, Istano Basa Pagaruyung bercerita tentang sejarah, kemegahan, dan keabadian budaya. (Foto: @rudyci2016)

Fakta Sejarah Istano Basa Pagaruyung

Gizi, Kuasa, dan Daulat Daerah: Menguji Nalar Kebijakan Makan Bergizi Gratis

30 Januari 2026
Batang Anai FC kontra PSPP dalam laga Liga 4 Sumbar 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Kamis (22/1/2026). (Foto: Istimewa)

Batang Anai FC Takluk 0-5 dari PSPP di Laga Perdana Liga 4 Sumbar

23 Januari 2026
Tim Basarnas saat mengangkut jenazah nelayan bernama Dedy Fernando asal Nagari Sunua Barat, yang ditemukan Rabu sore (21/1). (Dok Basarnas)

Nelayan Sunur Barat Ditemukan Meninggal di Muaro Sunua, Operasi SAR Dihentikan

23 Januari 2026

Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, Enam Beroperasi di Sumatera Barat

21 Januari 2026

Berita Terkait

Gizi, Kuasa, dan Daulat Daerah: Menguji Nalar Kebijakan Makan Bergizi Gratis

30 Januari 2026
Batang Anai FC kontra PSPP dalam laga Liga 4 Sumbar 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Kamis (22/1/2026). (Foto: Istimewa)

Batang Anai FC Takluk 0-5 dari PSPP di Laga Perdana Liga 4 Sumbar

23 Januari 2026
Tim Basarnas saat mengangkut jenazah nelayan bernama Dedy Fernando asal Nagari Sunua Barat, yang ditemukan Rabu sore (21/1). (Dok Basarnas)

Nelayan Sunur Barat Ditemukan Meninggal di Muaro Sunua, Operasi SAR Dihentikan

23 Januari 2026

Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, Enam Beroperasi di Sumatera Barat

21 Januari 2026
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Hubungi Kami: +62 877-3827-4008

© 2025 Sakomedia.ID - PT. Sako Media Digital

No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini

© 2025 Sakomedia.ID - PT. Sako Media Digital

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In