Kompetisi bola basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DBL with Kopi Good Day 2025 West Sumatera, resmi berakhir di GOR Prayoga Padang, Sabtu (23/8). Ajang yang berlangsung sejak 14 Agustus itu diikuti 42 tim SMA sederajat se-Sumatera Barat, terdiri dari 26 tim putra dan 16 tim putri.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, hadir langsung pada penutupan acara sekaligus menyerahkan piala dan medali kepada para juara. Ia mengapresiasi keberlangsungan Honda DBL sebagai wadah yang konsisten melahirkan bibit atlet basket berbakat.
“Selamat atas penyelenggaraan Honda DBL ini. Selain menjadi wadah lahirnya bibit-bibit atlet basket yang handal, ajang ini juga memberi banyak manfaat positif lainnya. Terima kasih kepada panitia penyelenggara dan pihak sponsor yang konsisten menghadirkan kompetisi ini secara rutin dan baik setiap tahunnya,” ujar Fadly.
Menurutnya, Honda DBL patut menjadi contoh karena digelar dengan megah dan meriah. Fadly berharap event ini terus berlanjut setiap tahun untuk mendorong generasi muda semakin mencintai olahraga.
“Dengan gemar berolahraga, generasi muda tentu akan tumbuh dengan keterampilan, kedisiplinan, dan jiwa sportivitas yang tinggi. Selain itu, mereka juga dapat terhindar dari kenakalan remaja seperti tawuran, balap liar, maupun perilaku negatif lainnya,” tambahnya.
Pada final kategori putri, SMA Adabiah 2 Padang kembali mempertahankan gelar setelah mengalahkan SMA Don Bosco dengan skor 51-37. Sementara itu, partai final kategori putra mempertemukan juara bertahan SMA Don Bosco Padang melawan SMAN IT Insan Cendekia Payakumbuh.
Honda DBL tahun ini tidak hanya hadir di Sumbar, tetapi juga digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Para student athlete terbaik dari tiap kota berkesempatan mengikuti seleksi ke DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
















