PADANG, SUMBARZONE.COM — Langkah Batang Anai FC di ajang Liga 4 Sumatera Barat musim 2025/2026 dibuka dengan hasil kurang menggembirakan. Menghadapi PSPP Padang Panjang, Batang Anai FC harus mengakui keunggulan lawan dengan skor telak 0-5 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Kamis sore (22/1/2026).
Pertandingan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut memperlihatkan dominasi PSPP Padang Panjang, terutama pada babak kedua. Meski Batang Anai FC sempat mencoba mengimbangi permainan sejak awal, efektivitas dan ketajaman PSPP membuat jalannya laga berlangsung timpang.
PSPP membuka keunggulan melalui gol Bima pada menit ke-38. Gol tersebut menjadi titik balik permainan, meskipun pada babak pertama kedua tim masih saling menekan. Batang Anai FC mencoba merespons lewat skema serangan balik, namun belum mampu menghadirkan peluang berbahaya.
Memasuki babak kedua, tekanan PSPP Padang Panjang semakin intens. Julian Mancini menggandakan keunggulan pada menit ke-62, sebelum Jimmy TB mencetak gol ketiga enam menit berselang. Dominasi tim asal Padang Panjang kian terlihat saat Julian Mancini kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-85. Gol penutup dicetak Sendi Maulana pada menit ke-89.
Pelatih Kepala PSPP Padang Panjang, Dian Rama Saputra, mengapresiasi kerja keras para pemainnya, namun menegaskan masih banyak evaluasi yang harus dilakukan.
“Kami bersyukur atas kemenangan ini. Terima kasih untuk perjuangan pemain, tetapi kompetisi masih panjang dan ini baru laga pertama. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami benahi,” ujarnya.
Ia juga mengakui timnya sempat menemui kendala pada babak pertama, terutama dalam hal penyelesaian akhir.
“Penguasaan bola ada, tapi pemain terlihat terburu-buru ingin mencetak gol. Finishing masih jadi PR kami,” tambahnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala Batang Anai FC, Aminuddin, menilai kekalahan tersebut tak lepas dari minimnya persiapan dan kondisi fisik pemain.
“Kami memang kurang persiapan. Lawan punya komposisi pemain yang bagus dan ini jadi bahan evaluasi penting bagi kami,” kata Aminuddin.
Ia mengungkapkan stamina pemain menurun pada paruh kedua pertandingan sehingga berdampak pada konsistensi permainan.
“Kondisi fisik jadi faktor utama. Banyak pemain baru dan masih dalam tahap penyesuaian, tapi saya tetap bersyukur tim bisa tampil,” ujarnya.
Meski menelan kekalahan telak di laga pembuka, Aminuddin menegaskan Batang Anai FC belum menyerah. Dengan catatan pernah menembus kompetisi nasional, ia optimistis timnya mampu bangkit pada pertandingan berikutnya.
“Kami anggap ini bagian dari proses. Batang Anai FC belum selesai dan akan terus berjuang,” pungkasnya.(*)











