Sumbarzone.com- Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Pelatihan Gamifikasi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran bagi Tenaga Pendidik di Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, pada Kamis dan Jumat, 13 dan 14 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wali Nagari Tiku V Jorong ini diikuti sekitar 15 orang guru, perwakilan dari delapan Sekolah Dasar dan satu Sekolah Menengah Pertama di nagari tersebut. Pelatihan ini bertujuan membantu guru menerapkan gamifikasi dalam pembelajaran, yakni penerapan elemen-elemen permainan ke dalam proses belajar mengajar, agar suasana kelas menjadi lebih menyenangkan, interaktif, dan mampu mendorong keaktifan siswa.
Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan skema Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN), yaitu program kerja sama antara program studi di lingkungan UNP dengan pemerintahan nagari sebagai mitra. Melalui skema ini, Prodi PBSI berupaya menghadirkan hasil kajian dan keahlian akademik dosen secara langsung ke tengah masyarakat, khususnya bagi tenaga pendidik yang berada di wilayah nagari, sehingga manfaat keilmuan yang dikembangkan di kampus dapat dirasakan langsung oleh guru-guru di daerah.

Kegiatan dibuka secara resmi pukul 09.00 WIB oleh Sekretaris Nagari Tiku V Jorong, Anaswar, yang hadir mewakili Wali Nagari Tiku V Jorong, Mardios, S.H. Dalam sambutannya, Anaswar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prodi PBSI FBS UNP yang telah memilih Nagari Tiku V Jorong sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian. Ia menilai pelatihan gamifikasi ini sangat bermanfaat dan tepat sasaran bagi guru-guru di nagari tersebut, karena dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dan menjawab tantangan pembelajaran di era digital saat ini. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Nagari Tiku V Jorong.
Ketua Pengabdian, Dr. Nofrahadi, M.Pd., dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari skema PIPN hasil kerja sama Prodi PBSI dengan Nagari Tiku V Jorong. Ia memaparkan bahwa tujuan utama pelatihan adalah mendorong guru untuk menerapkan gamifikasi dalam pembelajaran, sehingga aktivitas belajar yang sebelumnya cenderung monoton dapat berubah menjadi lebih seru dan menarik.
Menurutnya, penerapan gamifikasi juga diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa serta mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar mengajar, sehingga tercipta pembelajaran yang lebih interaktif dan siswa menjadi lebih antusias mengikuti pelajaran di kelas. Nofrahadi juga menyampaikan bahwa tim pengabdian tidak akan berhenti mendampingi guru-guru peserta setelah pelatihan ini selesai. Ia menambahkan bahwa peserta masih dapat berkonsultasi lebih lanjut melalui grup WhatsApp apabila ingin mengupgrade kemampuan atau mendalami penerapan gamifikasi di kelas masing-masing pasca pelatihan berakhir.

Materi pertama dalam pelatihan ini disampaikan oleh dosen PBSI, Dr. Nursaid, M.Pd., yang membahas pemanfaatan aplikasi Wordwall dalam pembelajaran. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa aplikasi Wordwall dapat digunakan guru untuk merancang berbagai aktivitas dan permainan edukatif interaktif, mulai dari kuis hingga permainan mencocokkan kata, yang dapat disesuaikan dengan materi ajar di kelas. Ia menekankan bahwa penggunaan aplikasi tersebut dapat membantu guru membangun suasana belajar yang menyenangkan atau joyful learning, penuh kesadaran atau mindful learning, dan bermakna atau meaningful learning bagi siswa, sehingga proses pembelajaran tidak lagi terasa membosankan.

Materi kedua disampaikan oleh Dr. Dewi Syafrina, M.Pd., yang mengupas penggunaan tiga aplikasi sekaligus, yaitu Canva, Kahoot!, dan Quizizz, dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Dalam sesi ini, guru diajak untuk lebih kreatif memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia pada aplikasi tersebut, mulai dari merancang media ajar visual yang menarik melalui Canva, hingga membuat kuis dan permainan interaktif melalui Kahoot! dan Quizizz. Dewi Syafrina menyampaikan bahwa penguasaan aplikasi-aplikasi digital tersebut akan sangat membantu guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih variatif, menarik, dan sesuai dengan karakter peserta didik di era sekarang.

Setelah pemaparan materi oleh kedua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung, di mana para guru didampingi tim pengabdian untuk mencoba secara mandiri merancang media pembelajaran berbasis Wordwall dan Canva. Sesi praktik ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori penerapan gamifikasi, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang dapat langsung diterapkan di kelas masing-masing begitu pelatihan selesai.
Selama dua hari pelaksanaan, para guru peserta terpantau antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemaparan materi hingga sesi praktik. Antusiasme ini terlihat dari aktifnya peserta bertanya dan berdiskusi dengan narasumber, serta semangat mereka dalam mencoba langsung berbagai aplikasi yang diperkenalkan selama pelatihan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian Prodi PBSI FBS UNP berharap para guru di Nagari Tiku V Jorong dapat semakin percaya diri dan terampil mengintegrasikan teknologi serta unsur gamifikasi ke dalam pembelajaran sehari-hari. Dengan begitu, kualitas pembelajaran di nagari tersebut diharapkan dapat terus meningkat, siswa menjadi lebih antusias belajar, dan pada akhirnya turut mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan di Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. (*)













