Sabtu, Januari 31, 2026
  • Login
Sumbarzone
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini
No Result
View All Result
Sumbarzone
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Olahraga
  • Kolom & Opini
Home Nasional

Pascabencana Sumbar, Mahyeldi Laporkan Progres Rehabilitasi ke Satgas Nasional

Redaksi by Redaksi
19/01/2026
in Nasional
A A
0
Gubernur Sumbar hadiri Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang digelar Kemendagri di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Gubernur Sumbar hadiri Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang digelar Kemendagri di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

FacebookTwitter

JAKARTA, SUMBARZONE.COM – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Kehadiran Gubernur Mahyeldi dalam rakor tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemulihan wilayah-wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatera.

Rakor dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera. Sejumlah menteri koordinator, menteri kabinet, kepala lembaga, serta para gubernur dari daerah terdampak turut hadir, di antaranya Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.

Dalam arahannya, Mendagri menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan koordinasi dengan pemerintah daerah, Sumatera Barat menjadi salah satu provinsi dengan tingkat pemulihan tercepat dibandingkan wilayah terdampak lainnya.

“Dari hasil pengecekan dan rapat dengan kepala daerah, Sumatera Barat relatif paling cepat pulih. Pemerintahan berjalan normal, RSUD beroperasi, pasokan energi dan komunikasi stabil, dan aktivitas ekonomi mulai menggeliat,” ujar Tito.

Meski demikian, Mendagri menegaskan masih terdapat sejumlah wilayah di Sumatera Barat yang membutuhkan penanganan lebih serius, khususnya pada sektor pendidikan, akses jalan, pemulihan kawasan wisata, serta daerah aliran sungai. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mahyeldi Ansharullah melaporkan kondisi terkini penanganan pascabencana di Sumatera Barat. Ia menyebutkan, dari total 19 kabupaten dan kota di Sumbar, sebanyak 16 daerah terdampak bencana hidrometeorologi.

“Bencana yang terjadi telah berdampak pada 307.936 jiwa masyarakat Sumatera Barat. Dari jumlah tersebut, 264 jiwa meninggal dunia, 72 orang dinyatakan hilang, 401 orang luka-luka, dan 10.854 jiwa sempat mengungsi,” ungkap Mahyeldi.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil kajian, total nilai kerusakan akibat bencana mencapai Rp15,63 triliun, sementara total kerugian diperkirakan sebesar Rp17,91 triliun. Dengan demikian, nilai keseluruhan dampak bencana di Sumatera Barat mencapai Rp33,55 triliun.

“Seluruh data tersebut telah kami tuangkan dalam Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan sudah kami serahkan secara resmi kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB,” kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, dokumen R3P tersebut menjadi gambaran komprehensif kebutuhan pascabencana di Sumatera Barat, baik dari sisi anggaran, pembagian kewenangan, maupun sektor-sektor terdampak. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan dan dukungan lanjutan.

Ia juga menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota dalam mempercepat proses pemulihan. Mahyeldi menyebutkan, dari tenggat waktu 90 hari yang diberikan pemerintah pusat untuk penyusunan R3P, Sumbar mampu menyelesaikannya hanya dalam 18 hari.

“Ini menjadi bukti keseriusan dan kesiapan kami di daerah untuk bergerak cepat, terukur, dan bertanggung jawab dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mahyeldi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tingkat provinsi yang dipimpin langsung Mendagri di Padang pada Selasa (13/1/2026) lalu, progres pemulihan menunjukkan hasil cukup menggembirakan. Dari 16 daerah terdampak, sebanyak 12 daerah telah berangsur pulih, sementara empat daerah masih memerlukan penanganan intensif, yakni Kabupaten Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, dan Pesisir Selatan.

Rapat koordinasi Satgas tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang pembentukan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera. Forum ini menjadi wadah konsolidasi lintas sektor untuk memastikan pemulihan berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan.

ShareTweet
Previous Post

Pasca Penertiban PETI, Antrean Solar Subsidi di Pasaman Tak Terlihat Lagi

Next Post

Remaja 15 Tahun di Solok Alami Luka Serius Usai Tersangkut Mesin Peras Kelapa

Redaksi

Redaksi

Next Post
Remaja 15 Tahun di Solok Alami Luka Serius Usai Tersangkut Mesin Peras Kelapa (Dok. Ist)

Remaja 15 Tahun di Solok Alami Luka Serius Usai Tersangkut Mesin Peras Kelapa

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi (Dok. Diskominfotik Sumbar)

Kunjungi SLBN 1 Payakumbuh, Sekdaprov Sumbar Dorong Penguatan Pendidikan Khusus

Pemutilasi Gadis di Padang Pariaman Jadi Tersangka (Dok.  detikcom)

Sidang Perdana Terdakwa Pembunuhan Mutilasi Padang Pariaman Digelar PN Pariaman

Dalam rapat bersama Komisi X DPR, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan progres pembelajaran di Sumut dan Sumbar sudah berlangsung 100 persen walaupun belum optimal. (Dok. detikcom)

Pembelajaran di Sumbar Pulih 100 Persen Pascabencana, Mendikdasmen Akui Belum Ideal

Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, Enam Beroperasi di Sumatera Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
DPRD Kota Pariaman bersama Forkopimda dan pimpinan OPD mengikuti rapat paripurna penetapan Perda APBD-P TA 2025. (Dok: Pemko Pariaman)

DPRD dan Pemko Pariaman Tetapkan Perda APBD-P TA 2025

20 Agustus 2025
Sumber: Instagram @eriksonjkambari

Kreativitas dalam Seni Tradisional Minangkabau

4 Mei 2025
Rangkayo Rajo Sampono, Pucuk Adat Nagari Katapiang saat memberi sambutan pada acara Pekan Budaya Nagari Katapiang Baghalek Gadang

Pemekaran Padang Pariaman Selatan Kian Dekat, Panitia Tunggu SK untuk Deklarasi

21 Agustus 2025
Kegiatan Psychological First Aid, Gerakan Pendampingan Psikososial Kolaborasi Antar Komunitas (Foto: Muhammad N. Chaniago/Sumbar Zone)

Kolaborasi Komunitas Hadirkan Ruang Aman Psikososial untuk Anak Penyintas Bencana di Padang

14 Desember 2025
Bakso Lava Viral

Bakso Lava Viral di Kota Padang yang Mengguncang Lidah: Teras Kelapa

Air Terjun Nyarai

Keindahan Air Terjun Nyarai Gamaran: Surga Tersembunyi di Sumatera Barat

Danau Talang

Danau Talang: Destinasi Wisata Alam Indah di Sumatera Barat

Di bawah langit jingga, Istano Basa Pagaruyung bercerita tentang sejarah, kemegahan, dan keabadian budaya. (Foto: @rudyci2016)

Fakta Sejarah Istano Basa Pagaruyung

Gizi, Kuasa, dan Daulat Daerah: Menguji Nalar Kebijakan Makan Bergizi Gratis

30 Januari 2026
Batang Anai FC kontra PSPP dalam laga Liga 4 Sumbar 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Kamis (22/1/2026). (Foto: Istimewa)

Batang Anai FC Takluk 0-5 dari PSPP di Laga Perdana Liga 4 Sumbar

23 Januari 2026
Tim Basarnas saat mengangkut jenazah nelayan bernama Dedy Fernando asal Nagari Sunua Barat, yang ditemukan Rabu sore (21/1). (Dok Basarnas)

Nelayan Sunur Barat Ditemukan Meninggal di Muaro Sunua, Operasi SAR Dihentikan

23 Januari 2026

Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, Enam Beroperasi di Sumatera Barat

21 Januari 2026

Berita Terkait

Gizi, Kuasa, dan Daulat Daerah: Menguji Nalar Kebijakan Makan Bergizi Gratis

30 Januari 2026
Batang Anai FC kontra PSPP dalam laga Liga 4 Sumbar 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Kamis (22/1/2026). (Foto: Istimewa)

Batang Anai FC Takluk 0-5 dari PSPP di Laga Perdana Liga 4 Sumbar

23 Januari 2026
Tim Basarnas saat mengangkut jenazah nelayan bernama Dedy Fernando asal Nagari Sunua Barat, yang ditemukan Rabu sore (21/1). (Dok Basarnas)

Nelayan Sunur Barat Ditemukan Meninggal di Muaro Sunua, Operasi SAR Dihentikan

23 Januari 2026

Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, Enam Beroperasi di Sumatera Barat

21 Januari 2026
  • Home
  • Tentang
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Hubungi Kami: +62 877-3827-4008

© 2025 Sakomedia.ID - PT. Sako Media Digital

No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Nasional
  • Olahraga
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Travel
  • Kolom & Opini

© 2025 Sakomedia.ID - PT. Sako Media Digital

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In