Limapuluh Kota — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat agar tidak mengaitkan air yang terdapat di lubang sinkhole dengan klaim penyembuhan penyakit, karena hingga kini belum ada kajian ilmiah yang membenarkan anggapan tersebut.
Imbauan itu disampaikan menyusul meningkatnya kunjungan warga ke lokasi sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Sejumlah warga diketahui mengambil air dari lubang runtuhan tersebut dengan keyakinan memiliki khasiat kesehatan.
Dilansir dari ANTARA News Sumbar, anggota tim Badan Geologi Kementerian ESDM, Taufik Wirabuana, menegaskan masyarakat sebaiknya tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terbukti secara ilmiah.
“Selama belum ada bukti ilmiah, masyarakat diimbau tidak mempercayai air sinkhole dapat menyembuhkan penyakit,” ujarnya.
Saat ini, Badan Geologi masih melakukan penelitian di lokasi kejadian. Kajian awal dilakukan dengan meninjau langsung fenomena sinkhole yang muncul di area persawahan milik warga, serta mengambil sejumlah sampel air dan tanah untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian tersebut belum dapat disampaikan karena proses penelitian masih berlangsung.
Menurut Taufik, fenomena sinkhole bukanlah kejadian langka di Indonesia. Namun, setiap wilayah memiliki karakteristik geologi yang berbeda, sehingga penyebab dan dampaknya tidak selalu sama antara satu daerah dengan daerah lainnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sinkhole berpotensi membahayakan apabila muncul di kawasan permukiman. Beruntung, peristiwa di Kabupaten Limapuluh Kota terjadi di luar area hunian warga sehingga tidak menimbulkan risiko langsung terhadap keselamatan masyarakat.
Badan Geologi mengimbau warga untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya, serta menunggu hasil resmi kajian ilmiah dari pihak berwenang.


![Pemakaman massal korban bencana di Kabupaten Agam. [Dok. Antara]](https://sumbarzone.com/wp-content/uploads/2026/01/93333-pemakaman-massal-75x75.webp)













