Padang — Unit alat berat milik Dar El Iman Peduli masih melakukan pembersihan material sisa banjir bandang di Kampuang Chaniago, Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Kamis, 18 Desember 2025. Pembersihan difokuskan pada lumpur, kayu gelondongan, serta material bangunan yang menutup akses jalan dan permukiman warga.
Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang membawa material dari hulu sungai dan mengendap di kawasan padat penduduk. Lumpur menutup badan jalan lingkungan dan masuk ke rumah warga, membuat aktivitas masyarakat lumpuh sejak bencana terjadi.
“Ketebalan lumpur di depan rumah saya sampai setengah paha orang dewasa. Jalan tidak bisa dilewati,” kata Mul, 40 tahun, warga Kampuang Chaniago, saat ditemui di lokasi.
Selain pengerahan alat berat, Dar El Iman Peduli juga masih mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak. Dapur umum melayani warga yang belum dapat kembali beraktivitas normal karena dapur dan peralatan memasak rusak atau hanyut terbawa banjir.
“Peralatan masak di rumah rusak semua. Sampai sekarang kami masih bergantung pada dapur umum,” ujar Mis, 50 tahun.
Sejak awal bencana, Dareliman Peduli bersama para guru, pegawai Dar el-Iman, relawan Dakwah Sunnah Padang, serta jamaah Masjid Al-Hakim Nanggalo melakukan respons cepat kemanusiaan di berbagai titik terdampak banjir bandang di Kota Padang. Respons tersebut berlangsung sejak 27 November hingga 5 Desember 2025 dan masih berlanjut hingga kini sesuai kebutuhan lapangan.
Dalam periode tersebut, Dareliman Peduli telah mendistribusikan dan menyediakan 10.359 porsi makanan melalui dapur umum. Selain itu, 35 rumah warga telah dilakukan pembersihan dan land clearing untuk membantu warga kembali ke rumah masing-masing.
Bantuan logistik lainnya juga disalurkan, di antaranya 10.512 botol air mineral serta 86.500 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir.
Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan dan keterbatasan akses di wilayah terdampak. Relawan terlibat langsung dalam pendistribusian bantuan sekaligus membantu proses pembersihan lingkungan.
Warga berharap penanganan pascabanjir tidak berhenti pada pembersihan material dan bantuan darurat, tetapi juga mencakup perbaikan infrastruktur serta langkah pencegahan agar banjir bandang tidak kembali terjadi. (*mn)



![Pemakaman massal korban bencana di Kabupaten Agam. [Dok. Antara]](https://sumbarzone.com/wp-content/uploads/2026/01/93333-pemakaman-massal-75x75.webp)












