PADANG – Suporter Semen Padang FC menyampaikan kekecewaan mendalam terkait jadwal BRI Liga 1 musim 2025/2026. Klub bersejarah asal Ranah Minang itu hanya mendapat tiga pertandingan kandang di akhir pekan (Sabtu-Minggu) dari total 34 pekan kompetisi.
Perbandingan ini dinilai timpang dengan tim lain, seperti Bali United yang memperoleh 14 laga akhir pekan, serta Persis Solo dengan 13 laga.
“Ini jelas sangat merugikan kami sebagai fans. Kenapa Semen Padang FC hanya mendapat tiga pertandingan Sabtu-Minggu? Ketidakadilan ini begitu nyata,” ungkap Braditi Moulevey, tokoh perantau Minang sekaligus pecinta Semen Padang FC, Minggu (24/8/2025) mengutip dari Radar Sumbar.
Braditi menilai keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menimbulkan pertanyaan besar soal transparansi dan profesionalisme kompetisi. Ia juga meminta Ketua Umum PSSI Erick Thohir turun tangan memastikan jadwal disusun secara adil.
Selain jadwal, fans juga menyoroti persoalan hak siar. Braditi menyebut pemegang hak siar disebut-sebut masih terkait dengan pengelola Bali United, yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
“Hak siar bukan sekadar tontonan, tapi soal eksposur media, sponsor, hingga ekonomi masyarakat sekitar stadion. Kalau Semen Padang FC terus dipinggirkan, dampaknya bukan hanya pada klub, tapi juga pedagang kecil dan pelaku UMKM,” tegasnya.
Braditi berharap PT LIB segera melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menekankan Liga 1 harus berjalan adil bagi semua klub, tanpa meminggirkan tim-tim bersejarah seperti Semen Padang FC.
















